Bupati : Ini Bukan Pengganti Nyawa

Tanah Grogot - Disaksikan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi dan para pejabat teras di Kabupaten Paser, PT Jasa Raharja cabang Kaltim menyerahkan santunan kepada 6 keluarga korban meninggal pada kecelakaan lalu lintas di Km 57 Jl Soekarno-Hatta,  Samboja, Kutai Kartanegara,  yang terjadi Jumat (28/9) lalu.

Pada penyerahan santunan yang digelar di aula utama Pendopo Bupati di Jl Kusuma Bangsa, Tanah Grogot itu, hadir Kepala Cabang Jasa Raharja Kaltim Tri Haryanto bersama jajarannya. Ketua DPRD Paser H Kaharuddin, Ketua PN Tanah Grogot, Kepala Kejari dan beberapa pejabat lain.

Penyerahan santunan diwakili Siti Hapsyah Mardikanyah dan disaksikan oleh seluruh undangan. Suasana haru terlihat dari keluarga korban kecelakaan maut antara Daihatsu Xenia dengan truk bermuatan kompresor yang menewaskan 9 orang itu. Beberapa keluarga korban bahkan terlihat masih terisak mengenang tewasnya anggota keluarganya dan haru mendapat santunan dari PT Jasa Raharja.

Pada kesempatan itu, Tri Haryanto mengatakan, pihaknya menyantuni keluarga korban meninggal masing-masing sebesar Rp 25 juta. Sementara untuk luka-luka mendapat santunan Rp 10 juta.

“Kami turut berduka atas kejadian kecelakaan ini. Semoga dana ini dapat berguna bagi kepentingan keluarga yang ditinggalkan,” kata Tri Haryanto. Pihaknya berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu mengidentifikasi korban hingga pendataan korban bisa dilakukan dengan cepat. “Alhamdulillah untuk pengurusan administrasi dan juga pendataan korban hanya memakan waktu 2 hari, hingga hari ini santunan bisa kami serahkan,” tuturnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengaku kaget saat mendegar kabar kecelakaan di area Tahura Bukit Soeharto itu ternyata banyak memakan korban warga  Paser. Dan pihaknya mengucapkan belasungkawa pada keluarga korban. “Saya terhenyak ketika mengetahui bahwa 6 korban meninggal adalah warga Paser,” kata Bupati.

Untuk itu, ia berharap keluarga korban tabah dan berharap santunan yang diberikan PT Jasa Raharja bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Yang perlu kita pahami, santunan ini bukan sebagai pengganti jiwa dan raga korban. Namun bentuk tanggung jawab  dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tujuannya untuk turut membantu meringankan musibah bagi keluarga korban,” pungkas bupati.

Untuk diketahui, 6 korban laka lantas di Km 57 Samboja merupakan warga Kabupaten Paser. Mereka adalah Ahmad Kusasi warga Desa Long Kali, Sarifuddin warga Batu Engau, Agus Pratama, Taufiq, Thamrin, dan Yunani,  warga Batu Sopang. (nan/ind)

SumberKaltim Post

Posted in | Comments Off

Korban Laka Maut KM 57 Terima Santunan Rp 25 Juta

Balikpapan - Isak tangis ahli waris mewarnai prosesi penyerahan santunan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang dilaksanakan pihak PT Jasa Raharja (persero) cabang Kalimantan Timur di Kabupaten Paser, Selasa (2/10) kemarin.


Enam ahli waris yang merupakan istri, anak serta menantu korban kecelakaan menerima santunan masing-masing sebesar Rp25 juta dari Jasa Raharja.  Prosesi penyerahan santunan korban laka lantas dilaksanakan di pendopo rumah jabatan Bupati Paser ini diwarnai isak tangis keluarga sejumlah ahli waris.

Santunan diserahkan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten Paser yang juga istri wakil Bupati Paser, Hj Siti Hapsyah serta disaksikan Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Timur, Tri Haryanto, Bupati Paser Ridwan Suwidi serta Wakil Bupati Paser, Mardikansyah.

Keenam ahli waris yang menerima santunan ini adalah istri, anak serta menantu dari para korban yakni Yunani, Akhmad Kusasi, Iptu Agus Pratama, Sarifuddin, Tamrin serta Herani.

Enam dari sembilan korban meninggal dunia tersebut adalah sopir dan penumpang yang berada di dalam mobil Xenia nahas yang bertabrakan dengan sebuah truk di jalan poros Balikpapan–Samarinda Kilometer 57.

Dari keterangan Rita, salah seorang ahli waris yang juga istri dari almarhum Akhmad Kusasi, tidak ada firasat apapun sebelum peristiwa kecelakaan yang menyebabkan suaminya meninggal dunia dengan jalan tragis itu.”Gak ada mimpi, atau tanda-tanda pamit pergi udah seperti biasa,” kata Rita. Uang santunan yang diberikan Jasa Raharja itu sendiri nantinya akan dipergunakan untuk biaya hidup serta biaya sekolah ketiga anaknya.

Sementara itu Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kaltim, Tri Haryanto mengatakan, penyerahan santunan bagi korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas merupakan tanggung jawab pihaknya.

“Pada penyerahan santunan ini, enam ahli waris menerima santunan masing masing sebesar 25 juta rupiah.Sedangkan yang luka luka biaya rawatnya 10 juta rupiah namun bila ada yang cacat tetap akan diberikan santunan maksimal 25 juta rupiah,” kata Tri kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Tri menjelaskan, peraih peringkat pertama dalam penyaluran santunan dana korban kecelakaan ditempati Kutai Kartanegara (Kukar), disusul kota Samarinda serta Kota Balikpapan. Sedangkan Kabupaten Paser masih berada di peringkat ke 11 dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. “Untuk Kaltim hingga bulan September PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp16,6 miliar rupiah,” imbuhnya.

Sedangkan dua warga Kalimantan Selatan yang menerima santunan M Irfan  warga Bihara, Kecamatan Awayun, Kabupaten Balangan serta Jamhuri warga Kota Baru, Kalimantan Selatan yang penyerahannya dilaksanakan melalui PT Jasa Raharja Wilayah Banjarmasin.

Sementara seorang korban warga Paser tetapi penyerahan santunannya kepada orangtua korban di Kota Samarinda adalah Taufik  warga Loa Janan Samarinda penyerahannya dilakukan di Samarinda. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut mengerikan, sebanyak 9 orang tewas mengenaskan. 

Kejadiannya di Km 57 kawasan Bukit Soeharto,  Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja, Kukar,  Jumat (28/9)  pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Satu unit Daihatsu Xenia KT 1580 CA yang berisi 9 orang termasuk sopir, Taupik (32) warga Batu Kajang, Paser,  bertabrakan dengan truk mengangkut mesin KT 8982 AQ yang dikemudikan Sandi (25) warga jalan Imus Payau RT 32 kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara.

Korban yang tewas di TKP sejumlah 8 orang yakni Hairani (33), Taupik (32) sopir Xenia, Thamrin (57), Aiptu Agus Praptana (46), Sarifuddin (47), Jamhuri (30), Akhmad Kusasi ((41) dan M Irpan (29). Yunani (43) kritis dan dirawat di RS Abadi Samboja, namun akhirnya meninggal dunia pada pukul 18.30 wita.

Dari kejadian tersebut, Sandi ditahan sebagai tersangka dan diancam penjara 5 tahun sesuai pasal 359 KUHP, yakni lalai yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Berdasarkan penyelidikan polisi, truk yang dikemudikan Sandi “makan” jalur kanan karena  menghindari jalan rusak  sehingga menabrak Xenia yang datang dari arah berlawanan.(noq)

Sumber : Balikpapan Pos

Posted in | Comments Off

Bupati Paser Serahkan Santunan Kecelakaan Maut Di Km. 57 Samboja

Tanah Grogot - Bertempat di  Aula Utama Pendopo Bupati, Bupati Paser HM. Riwan Saidi menyerahkan santunan kepada enam keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Km. 57 Jalan Soekarno Hatta Selasa (2/10), yang disaksikan oleh Ketua DPRD Paser H. Kaharuddin, Ketua Pengadilan Negeri Tanah Grogot, Kejari Tanah Grogot dan beberapa pejabat lainnya.

Suasana haru terlihat dari keluarga korban, beberapa keluarga korban bahkan terlihat masih terisak mengenang meninggalnya anggota keluarganya yang baru mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.
Dalam sambutannya Kepala Cabang Kaltim Tri Haryanto mengatakan, a.n. Direksi dan Pimpinan Cabang turut berduka atas kejadian kecelakaan ini , semoga dana ini dapat berguna bagi kepentigan keluarga yang ditinggalkan, Kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu mengindetifikasi korban hingga pendataan korban bisa dilakukan dengan cepat, untuk pengurusan administrasi sampai pembayaran hanya memakan waktu 2 hari kerja, sehingga hari ini (2/10) santunan dapat dibayarkan.
Sementara itu dalam sambutan Bupati Paser HM. Ridwan Saidi mengatakan atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada pihak PT. Jasa Raharja yang begitu cepat merespon pembayaran santunan korban kecelakaan lalu lintas pada Jumat (28/9) kepada warga Kabupaten Paser.
Bupati berharap keluarga korban tabah dan berharap santunan yang diberikan Jasa Raharja bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, yang perlu kita pahami santunan ini bukan  sebagai penggati jiwa dan raga korban, namun bentuk tanggung jawab jawab dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia, tujuannya untuk turut membantu merigankan musibah bagi keluarga korban. *(Humas Cabang Kaltim/Leo)*.

Posted in | Comments Off

Duka Para Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Km. 57 Soekarno Hatta Samboja

Tanah Grogot - Hidup, jodoh dan mati adalah rahasia Tuhan. Tiada yang sanggup menghalangi jika Tuhan telah memutuskan, seperti kecelakaan di Bukit Soeharto yang menyebabkan 9 nyawa melayang.

Isteri Kusasi,Rita (35) tampak tegar pada saat menerima santunan dari Jasa Raharja, Humas Kaltim wawancara dengan isteri alm. Kusasi, Rita, Dia bercerita Saya tidak percaya kalau suami saya ikut jadi korban kecelakaan, tapi saya mulai yakin pas telepon suami tidak ada yang ngangkat.
Diceritakannya, tak ada firasat apa-apa waktu suaminya meminta izin ke Samarinda bersama beberapa temannya dari Batu Kajang, tak ada firasat pas mau berangkat suami saya cuma bilang  Dia cuma mau jemput rejeki lebih .Itu saja tambahnya. Di matanya sebagai isteri, almarhum suaminya adalah sosok yang penuh tanggung jawab. Dia tidak pernah mengeluh kalau kerja, berapapun didapat katanya itu yang menjadi rejekinya.
Dikalangan tetangga,Kusasi juga terkenal ringan tangan Ia tidak segan membantu bila ada yang membutuhkan ujar salah seorang tetangganya yang menemani saat penerima santunan, Ia mengaku Kusasi sosok yang santun dan pendiam. Ia mengaku kaget dengan kepergian Kusasi yang secara tiba-tiba, apalagi dalam kecelakaan maut Xenia Di Km. 57 Bukit Suharto Kecamatan Samboja .
Sementar itu Rita mengatakan terima kasih kepada pihak Jasa Raharja yang begitu cepatnya membayarkan santunan suami Saya Ahmad Kusasi, dan dana ini akan saya pergunakan untuk keperluan kedua putra saya,  kelanjutan Sekolah putranya, serta untuk membuka usaha kecil-kecilan demi untuk kebutuhan sehari-hari. *(Humas Cabang Kaltim/Leo)*

Posted in | Comments Off

Izin Jemput Rezeki Lebih, Para Tetangga Kaget

Kab. Paser - Hidup, jodoh dan mati adalah rahasia Tuhan. Tiada yang sanggup menghalangi jika Tuhan telah memutuskan. Seperti kecelakaan di Bukit Soeharto yang menyebabkan 9 nyawa melayang.


ISNAN RAHARDI, Long Kali

SUASANA duka menyelimuti rumah panggung berukuran 6 x 10 meter di RT 13 Desa Long Kali, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser Jumat (28/9) siang kemarin. Di rumah kayu yang selama ini ditinggali keluarga Ahmad Kusasi (41), salah satu korban kecelakaan Xenia vs truk di KM 57 Samboja dengan 9 korban tewas kemarin, nampak ramai.

Beberapa tetangga dan sanak keluarga sibuk menyiapkan berbagai keperluan persemayaman terakhir bagi Kusasi.

Bendera hijau bertuliskan lafal Arab tak bergerak, seakan menunjukkan kedukaan sang empunya rumah.

Istri Kusasi, Rita (35), tampak tegar dengan sesekali memeluk putra bungsunya setelah mendengar kepergian suaminya untuk selamanya.

Beberapa kali ia tampak mondar-mandir menyalami tetangga yang datang untuk mengungkapkan belasungkawa.

“Saya dikabari pas ada suara ngaji di masjid (sebelum salat Jumat). Saya tidak percaya kalau suami saya ikut jadi korban kecelakaan. Tapi saya mulai yakin pas telepon suami, tidak ada yang ngangkat. Tapi pas ada yang menunjukkan foto di BBM (BlackBerry Messenger) mulai muncul, kekhawatiran saya akhirnya terjawab,” beber Rita.

Diceritakannya, tak ada firasat apa-apa waktu suaminya meminta izin ke Samarinda bersama beberapa temannya dari Batu Kajang.

“Tak ada firasat. Pas mau berangkat suami saya cuma bilang jangan telepon kalau belum sampai rumah,” katanya.

“Dia cuma bilang mau jemput rejeki lebih. Itu saja,” tambahnya.

Di matanya sebagai istri, almarhum suaminya adalah sosok yang penuh tanggung jawab.

“Dia tak pernah ngeluh kalau kerja. Berapapun didapat, katanya itu yang menjadi rezekinya. Malah saya yang sering ngomel kalau uang yang dibawa cuma sedikit,” kata Rita sembari mengatakan suaminya sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di pangkalan tak jauh dari rumahnya.

Saat Kaltim Post menyambangi rumah duka, jasad Kusasi masih dalam perjalanan dari rumah sakit di Samboja.

Si sulung, Abdul Aziz, masih duduk di bangku SMP. Dia ikut melakukan penjemputan bersama beberapa keluarga untuk menyelesaikan administrasi di rumah sakit.

Di kalangan tetangga, Kusasi juga terkenal ringan tangan. Ia tak segan membantu bila ada yang membutuhkan.

Tak heran, banyak warga yang berdatangan ketika mendengar Kusasi menjadi salah satu korban kecelakaan.

“Saya tahu dari TV, kalau ada kecelakaan dan warga yang meninggal dari Paser. Tak tahunya Kusasi,” ujar salah seorang warga yang datang ke rumah duka.

Ia mengaku, Kusasi sosok yang santun dan pendiam. Meski dia pendiam, Kusasi terkenal suka membantu tetangga yang membutuhkan.

“Orangnya baik, tak suka banyak bicara dan rajin membantu orang lain,” kata pria tadi.
Ia mengaku kaget dengan kepergian Kusasi yang secara tiba-tiba. Apalagi dalam kecelakaan lalu lintas.

“Kemarin saya masih bertemu dan bertegur sapa sama dia. Makanya sama sekali tak menyangka kalau itu pertemuan terakhir saya,” beber pria tadi.

Ahmad Kusasi menjadi buah bibir di kalangan warga Long Kali setelah menjadi salah satu korban dalam kecelakaan maut di Bukit Soeharto.

Selain Kusasi, warga Paser yang juga menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut yakni Herani (29), Tamrin (57), Sarifudin (47), Yunani (53) dan Agus Praptana (46), anggota Babinkamtibmas Polsek Batu Kajang.

Sementara, kecelakaan maut di Km 57 ini juga membuat duka mendalam bagi keluarga korban lainnya.

Syarif, tampak shock saat mengetahui ayahnya, Tamrin, menjadi salah satu korban meninggal. Dia pun langsung bergegas dari Batu Kajang ke RS Samboja.

“Sempat tidak percaya, ayah pergi begitu cepat dengan kondisi tragis. Tidak ada firasat apa apa, ayah pergi dari rumah menuju Samarinda ada keperluan penting. Katanya mau bertemu teman kerjanya, namun Tuhan memanggil ayah. Memang agak berat tapi inilah takdir yang kuasa,” kenang Syarif, berusaha tegar saat ditemui media ini di ruang jenazah RSUD Abadi Samboja. Jenazah Tamrin pun langsung dibawa ambulans untuk dikubur di Batu Kajang, Paser.

“Saya bersama keluarga menjemput jenazah ayah untuk dikebumikan,“ tambah Syarif. 

Hal senada juga ditambahkan oleh Ardian, paman Syarif.

“Saya dapat kabar kalau ayah Syarif kecelakaan lewat telepon, sontak saya kaget. Saya pun bersama keluarga langsung menuju rumah sakit untuk menjemput jenazah,” kata Ardian.
Lain halnya, Dardi. Dia tampak sedih mendoakan teman kerjanya, Jamhuri, yang turut menjadi korban kecelakaan tragis tersebut.

Dardi adalah teman dekat Jamhuri. Saat melihat jasad temannya, Dardi langsung shock.

“Sempat shock, tidak percaya kawan saya meninggal dalam kecelakaan ini. Saat melihat jasadnya saya ikhlas dan mendoakannya agar arwahnya diterima di sisi Tuhan,” terang Dardi.

Dardi menuturkan dirinya mewakili keluarga Jamhuri yang berada di Kalimantan Selatan (Kalsel).

”Keluarganya jauh, ada di Kota Baru, Kalsel. Nah, saya yang mewakili dulu untuk melihat kondisinya sesuai amanah keluarga Jamhuri,” tutur Dardi.

Sementara, Kepala Ruang Jenazah RSUD Abadi Samboja Arifin menjelaskan, hingga sore dan malam kemarin, sudah ada beberapa keluarga korban yang mengambil jenazah. Ada yang menggunakan ambulans dan mobil pribadi.

“Pertama, Aiptu Agus Pratana jenazahnya akan dikirim ke Klaten, Jawa Tengah. Naik ambulans Pertamina menuju Rumah Sakit Pertamina terlebih dahulu. Kedua, korban Taufik dijemput ayahnya, Kursani, seorang petani Loa Janan RT 20,” ujar Arifin.

Dia menambahkan, sempat kesulitan juga membersihkan jenazah korban.

“Kondisi korban memprihatinkan, banyak mengeluarkan darah. Serta ada beberapa bagian tubuh yang patah seperti di bagian dada dan tangan. Kondisi kepala pun harus kita jahit karena pecah. Proses pekerjaan memakan waktu dua jam sempat kewalahan juga, tapi akhirnya proses pembersihan jenazah lancar,” pungkasnya.

Sementara, Yunani warga Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser yang sempat kritis, akhirnya mengembuskan napas terakhir.

“Pak Yunani meninggal dunia, kami sudah maksimal dalam melakukan pertolongan cepat namun beliau akhirnya tak tertolong, “ ungkap Ali Solihin, salah satu perawat.
Yunani meninggal pukul 18.30 Wita, kemarin.

“Sudah tak bernapas, sempat koma, dan akhirnya meninggal,” terang Ali. (nan/*/fan/che)

Sumber : Kaltim Post

Posted in | Comments Off

Xenia Maut Renggut Nyawa 9 Orang di KM. 57 Jalan Jurusan Balikpapan – Samarinda

Kukar - Pada hari Jum’at tanggal 28 September 2012 sekitar pukul 07:10 Wita telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara Minibus  Daihatsu Xenia Nomor Polisi KT-1580-CA dengan truck Mitsubishi Colt Diesel KT-8982-AQ di ruas jalan Balikpapan – Samarinda, tepat di KM. 57 dengan korban 8 orang meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan 1 orang mengalami luka berat dan dirawat di Rumah Sakit Samboja di pihak kendaraan Daihatsu Xenia, sedangkan sopir dan kernet truck mengalami luka-luka dan masih dirawat di Rumah Sakit Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tri Haryanto, selaku Kepala Cabang Kalimantan Timur, memerintahkan Kepala Bagian Pelayanan Klaim Heru Widianto, untuk meluncur menuju Tempat Kejadian Perkara dan bergabung dengan Tim dari Ditlantas Polda Kalimantan Timur untuk mendapatkan data korban, setelah selesai indetifikasi TKP, tim dari Kepolisian dan Jasa Raharja menuju Rumah Sakit Samboja untuk mendata korban yang mengalami luka-luka dan dirawat di Rmah Sakit tersebut.
Sekitar pukul 18:30 Wita, seorang penumpang yang semula mengalami luka berat dikabarkan telah meninggal dunia di rumah sakit Samboja, sehingga seluruh penumpang Xenia sebanyak 9 orang telah meningga dunia.    Jasa Raharja Cabang Kalimantan Timur dengan semangat PRIME melakukan jemput bola dengan mendatangi seluruh keluarga korban untuk mendapatkan kelengkapan dokumen proses santunan, dan direncanakan akan dibayarkan Dana Santunannya paling lambat hari selasa tanggal 2 Oktober 2012.
Jumlah santunan yang akan diserahkan kepada ahli waris masing-masing diwilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur sebanyak 6 orang korban, sedangkan yang 3 korban akan dilimpahkan ke Cabang Kalimantan Selatan, yaitu atas nama korban JAMHURI (L-30), alamat Jl. Lintas Propinsi Rt. 03 Kel. Sengayam, Kec. Pamukan Barat, Kota Baru, Kalimantan Selatan, HAIRANI, alamat Margajaya, Rt/Rw 01/01 Kec. Pamukan Utara, Kota Baru, Kalimantan Selatan, M. IRFAN, alamat Rt. 03 Kel. Bihara, Kec. Balangan, Kab. Balangan, Kalimantan Selatan. *(Humas JR Kaltim/hr/Leo)*.

Posted in | Comments Off

Sembilan Tewas di KM 57

Kukar – Kaltim kembali berduka. Jumat (28/9) kemarin, 9 orang tewas akibat tabrakan hebat di jalan poros Balikpapan-Samarinda. Nyawa seakan-akan mudah hilang di perjalanan, mengingat baru saja 28 orang tewas setelah karamnya kapal KM Surya Indah di Kutai Barat Kamis (13/9) lalu.


Tragedi maut itu terjadi sekira pukul 07.00 Wita, tepatnya di Km 57 Taman Hutan Raya (Tahura) RT 16 Kelurahan Bukit Merdeka Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Sebuah Daihatsu Xenia KT 1580 CA bertabrakan dengan truk Isuzu 110 PS KT 8482 AO. Akibatnya, 8 penumpang Xenia tewas, begitu juga sang sopir. Mereka menderita luka berat pada bagian kepala, kaki dan tangan.

Informasi yang dikumpulkan media ini dari kepolisian dan lokasi kecelakaan, semua penumpang di mobil Xenia bertujuan ke Samarinda dari Pelabuhan Semayang Balikpapan. Mobil tersebut dikemudikan Taufik (30), warga RT 7 Kelurahan Batu Kajang, Kecamatan Sopang, Kabupaten Paser.

Mobil Xenia ini ternyata “taksi gelap”, karena diketahui para penumpang tak saling mengenal (selengkapnya lihatinfografis para korban).

Kronologis kejadian, menurut dugaan Direktorat Lantas Polda Kaltim, Xenia nahas itu saat memasuki kilometer 57, tengah memacu kecepatan hingga di atas 90 kilometer per jam. Apalagi bila dari arah Balikpapan, posisi jalannya menurun.

Sementara dari arah berlawanan, muncul truk roda enam yang bermuatan mesin kompresor seberat lebih dari 600 kilogram. Karena dari arah Samarinda posisinya menanjak, truk ini diduga juga memacu kecepatannya hingga di atas 80 kilometer per jam.

Sama-sama saling memacu, tiba-tiba diduga kuat truk mencoba menghindari bekas longsor di sebelah kiri jalan. Sehingga dengan kondisi jalanan menanjak dan tancap gas, posisinya langsung melambung ke arah kanan. Persis bertemu dengan Xenia yang melaju itu.

“Saat coba menghindari longsoran itulah langsung menabrak Xenia yang juga melaju, ditambah kondisi jalanan agak menurun (dari Balikpapan),” terang Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol R Nurhadi Yuwono usai melakukan olah TKP di lokasi bersama jajarannya.

Arus lalu lintas yang masih sepi karena kondisi masih pagi hari, membuat suara benturan dua kendaraan tersebut terdengar sangat keras. Bahkan warga yang jaraknya 1 kilometer dari lokasi, mengaku mendengar suara hantaman.

“Suaranya terdengar sampai ke sini pak,” ungkap Mansyur (35), warga sekitar yang saat kejadian tengah memberi makan ayam peliharaannya.

Akibat tabrakan hebat itu, truk langsung terguling, lalu terseret ke kanan jalan hingga 15 meter dan masuk ke pepohonan. Sedangkan Xenia terguling beberapa kali hingga akhirnya masuk ke pepohonan. 

Sempat terdengar suara rintihan kesakitan dari dalam mobil Xenia. Penumpang truk yang hendak menolong tak bisa berbuat banyak. Meski cedera ringan, namun saat mencoba memberikan pertolongan kesusahan karena kondisi mobil Xenia rusak berat.

Kondisi seluruh penumpang menderita luka di kepala dan posisinya terjepit. Darah para korban tampak berceceran di dalam mobil. Taufik (30), sang sopir, langsung tewas seketika, begitu juga 4 penumpang yakni Tamrin (57), Sarifudin (47), Ahmad Kusasi (41), dan seorang anggota polisi dari Polsek Batu Kajang Aiptu Agus Praptana (46). Sedangkan penumpang lainnya, yakni Herani (29), Jamhuri (28) dan Irfan (29) sempat terdengar merintih dan menggerakkan badan, namun beberapa menit kemudian meninggal dunia.

Satu-satunya korban yang sempat bertahan adalah Yunani (53). Saat dievakuasi, dia terlihat masih bernapas.  Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit UmumDaerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti (Abadi) Samboja, Kukar. Namun sekira pukul 19.45 Wita tadi malam, Yunani akhirnya meninggal dunia karena luka parah di bagian kepala. “Sakiitt, tolong,” kata Amin (26) warga sekitar, menirukan kata-kata terakhir Yunani saat dievakuasi. Menurut Amin, setelah Yunani menyebutkan itu, korban kemudian tidak bergerak lagi.

Proses evakuasi 9 korban di mobil Xenia dilakukan menggunakan linggis dan besi sebagai pembuka. Ini dilakukan untuk mengeluarkan korban dari jepitan body mobil yang ringsek berat. Dari seluruh korban, paling terakhir dievakuasi adalah si sopir, Taufik. Kondisinya terjepit stir. Bagian depan mobil yang ringsek masuk ke dalam, membuat bagian kemudi juga menyempit. Tabrakan keras itu membuat mesin Xenia hancur, mengingat body bagian depan sudah terbelah. Selain Taufik, Jauhari yang duduk di belakang sopir juga terjepit.

NIAT BAIK
Salah satu anggota polisi yang menjadi korban, Agus Praptana (46), anggota unit Babinkamtibmas Polsek Batu Kajang, warga Batu Kajang Kecamatan Batu Sopang Kabupaten Paser yang ikut dalam taksi gelap ini padahal memiliki niat mulia. Pasalnya mertua korban tengah sakit keras dan butuh pengobatan. Dia pun berencana mencarikan pengobatan tradisional dan alternatif. Sebab pengobatan medis yang selama ini dilakukan tak menyembuhkan penyakit mertuanya itu. Belakangan, korban mendapatkan nama H Muhyar dari rekannya. H Muhyar merupakan salah seorang tokoh masyarakat Samarinda yang tinggal di Samarinda Seberang dan konon dapat membantu penyembuhan warga yang sakit.

Korban berniat menemuinya dengan tujuan meminta obat agar mertuanya bisa sembuh. Namun Yang Kuasa berkehendak lain. “Sehari sebelum terjadi kecelakaan, almarhum sempat cerita mau ke Samarinda ke rumah H Muhyar untuk minta obat karena mertuanya sakit keras. Tapi korban tidak cerita penyakit apa yang diderita mertuanya itu,” kata Joko, rekan satu angkatan almarhum saat dihubungi Kaltim Post melalui telepon.
Lantas, siang harinya Joko mendapatkan kabar Agus menjadi korban kecelakaan dan meninggal dunia.
“Saya dihubungi rekan saya, katanya korban kecelakaan di Samboja. Berarti memang dia berniat mencari obat untuk kesembuhan mertuanya,” urai Joko.

Informasi yang dihimpun, jasad Agus Praptana akan dibawa ke Bandara Sepinggan Internasional Balikpapan, lalu diterbangkan ke Surabaya sekira pukul 17.00 Wita, kemarin. “Sore sudah diberangkatkan, mau dimakamkan di Jawa Timur,” imbuh Sugeng, rekan seangkatan lainnya. Hingga berita ini diturunkan, kedua bangkai mobil yang terlibat adu kuat itu telah dievakuasi dan diamankan di Polsek Samboja. “Sudah diamankan, begitu pula penumpang truk masih jalani serangkaian pemeriksaan,” ungkap Kasatlantas Polres Kukar AKP Yovan.

Untuk diketahui truk tersebut dikemudikan Sandi (25), warga RT 32 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara, didampingi Wira Wijaya (21), warga RT 63 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara dan Wahyu Rizki (24), warga RT 16 Kayu Api Kelurahan Penajam Paser Utara (PPU). Semuanya hanya mengalami luka ringan dan berdasarkan data kepolisian, tercatat sebagai karyawan PT Chitra Paratama Balikpapan.

ABG TEWAS
Sementara, kecelakaan maut juga terjadi sekira pukul 17.15 Wita di kawasan kompleks Pertamina Jalan Kutai, Gunung Dubs, Balikpapan Selatan. Seorang remaja bernama Aditya (16), warga Karang Jawa, Balikpapan Tengah, mengalami kecelakaan setelah jatuh saat menikung. Korban yang datang dari arah Gunung Pancur menuju Lapangan Merdeka, diduga tak bisa mengendalikan motor saat menikung. “Saat di lokasi, jalanan menikung. Diduga korban kecepatan tinggi dan jatuh. Korban mengalami luka di bagian kepala,” terang Kanit Laka Polres Balikpapan Ipda Agus Supeno.(*/aim/fan/che)

Sumber : Kaltim Post

Posted in | Comments Off

JR Kaltim Sosilisasi di SMA Negeri I Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser

Kab. Paser - Jasa Raharja Kalimantan Timur kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahkan pemahaman tentang hak dan kewajiban masyarakat juga dilakukan kepada para siswa, sehingga para siswapun lebih memahami UU No. 33 dan UU No. 34 Tahun 1964.
Sebanyak ratusanpun siswa/i  SMA Negeri Kuaro mengikuti kegiatan tersebut, dengan memberikan pemahaman sejak dini, para siswa/i lebih mengetahui tentang tata cara pengurusan santunan , dan himbauan kepada para siswa agar tetap mematuhi aturan lalu lintas.
Sosialisasi berlangsung selama dua jam, peserta sangat proaktif dengan melotarkan pertayaan-pertayaan kepada narasumber, dengan jelas kedua narasumber menjawab pertayaan dari para siswa, sebagai nara sumber dalam sosialisasi Kasubag Humas & Hukum Leo P. Sihombing dan Kasubag SDM dan Umum M. Asnawi. *(Humas JR Kaltim/Leo)*.

Posted in | Comments Off

JR Samarinda Narasumber Pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ

Samarinda - Bertempat di ruang aula Rapat Dinas Perhubungan Propinsi Kaltim, Kamis kemarin (26/9) diadakan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Propinsi Kaltim. Pada kesempatan ini Kepala Perwakilan Jasa Raharja Samarinda Muhammad Ferhat hadir sebagai undangan dan sekaligus sebagai narasumber. Pemilihan Pelajar Polopor keselamatan LLAJ ini sudah menjadi agenda rutin dari Dinas Perhubungan Propinsi Kaltim, dimana pemenang akan diikutsertakan dalam pemilihan tingkat nasional di Jakarta.

Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Kepala Dinas Perhubungan dan selaku penanggung jawab penyelenggaraan adalah Kabid. Dinas Perhubungan Darat Propinsi Kaltim. Bp. H. Mahmud Samsul Hadi. Peserta Pemilihan diikuti oleh 25 orang berasal dari berbagai SLTU di Propinsi Kaltim.
Sebuah ajakan yang positif ketika melibatkan para pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas angkutan jalan, mengingat dari jumlah angka kecelekaan tertinggi selama ini memang didominasi oleh mayarakat yang berusia 15-22 Tahun yang notabene masih berstatus pelajar dan mahasiswa, kegiatan inipun mendapat respon positif dari para pelajar yang mengikuti pemilihan ini, hal ini terlihat dari sangat antusiasnya mereka mengajukan pertanyaan terkait hal kecelakaan lalu lintas bahkan  beberapa persitiwa yang belum lama ini terjadi yaitu tenggelamnya Kapal Motor Surya Indah diperairan sungai Mahakam juga persitiwa tenggelamnya kapal Ferry Bahuga di perairan Selat Sunda hari ini yang bertabrakan dengan kapal tanker.
Antusias para pelajar ini mestinya terus dipupuk dan dibina sehingga mereka menjadi corong atau pengetuk tularkan pengetahuan berlalu lintas yang baik dan benar sehingga aksi kenakalan remeja dijalan raya dapat ditekan sampai pada akhirnya berimbas kepada angka kecelakaan yang menurun atau bahkan nihil (suatu harapan yang ideal) sehingga dana Santunan dapat disalurkan untuk pembangunan  bangsa Indonesia yang lebih maju dan menghargai keselamatan orang lain serta lebih mementingkan pencegahan kecelakaan, namun tentu perlu dukungan dan aksi nyata dari semua pihak/stake holder guna mewujudkan kondisi keselamatan lalu lintas yang masif.
Akhirnya sebagai Asuransinya  Masyarakat Indonesia Jasa Raharja akan terus dan senantiasa berkontribusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas dengan mengendapankan Proaktif, Ramah, Ikhlas Mudah dan Empati (PRIME). *(Humas JR Kaltim/Samarinda)*.

Posted in | Comments Off

JR Samarinda Sampaikan Bantuan Bina Lingkungan Rumah Ibadah

Samarinda - Dalam rangka membina lingkungan disekitar Perusahaan berdomisili , Jasa Raharja turut memberikan perhatian terhadap perbaikan rumah Ibadah, Baik Masjid, Mushola, Gereja, Vihara maupun rumah Ibadah lainnya dan diharapkan kegiatan ini dapat memberikan perngaruh positif terhadap keberadaan perusahaan ditengah tengah masyarakat, yang pada akhirnya bisa menumbuhkan rasa simpati kepada perusahaan sehingga konsentrasi perusahaan lebih  terfokus kepada mencari potensi pendapatan sebagai penopang dana untuk pembayaran Santunan  dan pelayanan paska kecelakaan serta ikut menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri terutama sekali dalam membina kerukunan umat beragama.
Dalam perkembangan perusahaan dewasa ini tentu saja partisipasi masyarakat sebagai warga yang turut andil memberikan kontribusi yaitu berupa pembayaran SWDKLLJ dan IW, oleh karena itu sudah sewajarnyalah jika perusahaanpun memberikan Bantuan kepada warga lingkungannya, lebih akan terjadi hubungan emosional yang lekat dan erat antara masyarakat dengan perusahaan.
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Samarinda, Muhammad Ferhat, berkesempatan menyampaikan bantuan Bina Lingkungan ke Rumah Ibadah yaitu Langgar Ar Rasyid di Jl. Imam Bonjol dan  Mushola Raudhatul jannah, bantuan Bina Lingkungan ini diterima oleh Pengurus langgar/Mushola masing-masing, dan tentu saja pemberian bantuan ini sebagai wujud perhatian perusahaan kepada lingkungannya, dengan diiringi  ucapan terima kasih dan do’a agar kiranya Jasa Raharja kedepannya terus dapat memberikan perhatian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan angkutan penumpang umum maupun kecelakaan lalu lintas jalan.
Semoga dengan tersalurkannya bantuan Bina Lingkungan kepada Rumah Ibadah ini, bisa menumbuhkan rasa optimisme yang tinggi dari segenap insan Jasa Raharja untuk terus berbuat kebaikan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungannya. (JR Kaltim/Samarinda)

Posted in | Comments Off

Jasa Raharja Santuni Korban Rp700 Juta

Balikpapan - Jasa Raharja Kaltim menyiapkan anggaran untuk pembayaran asuransi sebesar Rp700 juta bagi korban meninggal karamnya KM Surya Indah di Seblang, Muara Pahu, Kutai Barat, yang terjadi pada Kamis (13/9). "Awalnya Rp 725 juta dengan korban 29 meninggal tapi diralat menjadi 28 orang meninggal. Jumlah pembayaran asuransi ini terbesar untuk tahun 2012 ini," ungkap Kepala Jasa Raharja Kaltim Tri Haryanto, Rabu. Dari jumlah itu kata Tri Haryanto, sudah tujuh orang dibayarkan klaim asuransi yakni tiga korban diberikan warga Muara Pahu pada Selasa (18/9) pagi dan empat orang warga Samarinda.  "Target kami Jumat ini sudah diserahkan berkas dokumen dan pembayaran kepada korban meninggal. Korban meninggal mendapat santunan Rp25 juta," terangnya. Korban meninggal yang berdomisi berdasarkan KTP di Jawa Timur dan Jawa Tengah, akan dibayarkan kepada ahli waris. Pengurusan klaimnya diserahkan kepada Jasa Raharja cabang Jatim dan Jateng, katanya. Namun dari 28 korban meninggal, Jasa Raharja hanya memberikan kepada 26 orang meninggal kepada ahli warisnya. Sebab dua orang diketahui tidak ada ahli warisnya.  "Itu hasil penelurusan tim kami di lapangan, di Melak kalau dua orang ini tidak memiliki ahli waris. Jadi kita serahkan uang pemakaman yang mengurus pemakaman," jelasnya. Sementara korban luka-luka semua di berikan perawatan di posko dan tidak ada yang dirawat di rumah sakit atau puskesmas. Jadi tidak ada klaim asuransi bagi korban luka-luka, ucapnya.

Berdasarkan domisili KTP diketahui dari 28 korban yang mendapat santunan Jasa Raharja memiliki domisili di Kubar sebanyak 10 orang, Samarinda 4 orang, luar Kaltim 14 orang. Untuk pengurusan surat/dokumen pelengkap bagi ahli waris seperti KK, keterangan ahli waris, KTP tim jasa raharja sementara membuka kantor operasional bergerak untuk membantu pengurusan pencairan santunan.  Atas kejadian ini, tambah Tri pihaknya akan melakukan analisa dan evaluasi bersama mitra terkait sehingga ke depannya dapat lebih menekan angka kecalakaan transportasi. "Sebab dari temuan dilapangan, banyak penumpang yang tidak gunakan pelampung,", katanya. (*) Editor: Arief Mujayatno.

Sumber : Antara News

Posted in | Comments Off

Didik: Jasa Raharja Jangan Berbelit-belit

Kutai Barat - Korban karamnya KM Surya Indah di Kecamatan Muara Pahu, Kubar harus menerima santunan Rp 25 juta dari Jasa Raharja. Prosedur administrasi pencairan santunan, diingatkan Wakil Bupati Didik Effendi, jangan sampai berbelit-belit. Hal ini ditegaskan Didik Effendi ketika menyerahkan santunan tahap awal kepada ahli waris ketiga korban KM Surya Indah di Posko Penanganan Bencana Terpadu Kubar di Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu, Selasa (18/9) kemarin. Ahli waris korban Nafsiah (52) warga Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan diwakili putri pertamanya Erni. Sedangkan dua korban Ida Wati (37) dan putranya Bagus Wijaya Pratama (7) warga Kampung Muara Baroh, Kecamatan Muara Pahu menerima santunan Rp 50 juta, diterima Adeng (suami Ida Wati). Penyerahan dihadiri Kepala Cabang (Kacab) Jasa Raharja Kaltim Tri Haryanto dan jajarannya. Menyaksikan penyerahan santunan, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kubar Yulius Gun, Kepala Dinas Kesehatan Kubar Zulkarnain, Camat Muara Pahu Nanang Adriani, Kapolsek Muara Pahu AKP Bambang, dan sejumlah masyarakat setempat. Didik Effendi selalu memantau evakuasi korban, sejak Jumat (14/9). Ia mengaku, prihatin dengan banyaknya korban tewas. Bahkan dia sependapat dengan pernyataan Bupati Kubar Ismail Thomas, kecelakaan tersebut menjadi tragedi terburuk sepanjang jasa transportasi Sungai Mahakam di Kubar. “Jasa Raharja harus segera menyerahkan dana santunan lagi kepada korban yang belum menerimanya,” katanya. Dia mengucapkan terima kasih, kepada perusahaan yang telah peduli memberikan bantuan evakuasi sampai pemulangan jenazah hingga ke Jawa Tengah, Samarinda, dan di wilayah Kubar. “Bantuan masyarakat Muara Pahu juga besar. Termasuk jajaran kepolisian, TNI-AD, Tim SAR Kaltim, DVI Kaltim, dan jajaran pemkab Kubar lainnya,” sebut Didik.

Ia berjanji, lebih selektif lagi terhadap keamanan, keselamatan dan kenyamanan penumpang. Meski menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Kaltim, tapi pemkab akan koordinasi untuk memastikan semua kapal berlayar di Sungai Mahakam memenuhi aturan keamanan. Kacab Jasa Raharja Kaltim Tri Haryanto mengaku, prihatin atas kejadian ini. Proses penyerahan dana santunan kepada semua korban KM Surya Indah dipastikan akan dipercepat. “Saya berjanji memproses secepatnya,” ucapnya. Ditambahkan Kepala Jasa Raharja Kubar, Bitnen Sitorus menjelaskan, persyaratan yang perlu dilengkapi ahli waris korban meninggal dunia KM Surya Indah terdiri, fotokopi KTP ahli waris, buku nikah suami atau istri, kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran. Selanjutnya surat keterangan ahli waris dari kepala kampung atau petinggi setempat, surat keterangan kematian dari dokter atau rumah sakit yang menangani korban dan surat kecelakaan dari Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kubar. “Terakhir buku tabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI),” jelasnya.
Pembayaran santunan PT Jasa Raharja akan ditransfer ke rekening ahli waris melalui BRI. ”Kalau berkas ahli waris lengkap, langsung kami transfer,” katanya. (rud/hms6/hms12/waz)

Sumber : kaltim Post


Posted in | Comments Off

Total Korban Tenggelamnya KM Surya Indah di Mahakam Sebanyak 28 Orang

Samarinda - Pencarian korban KM Surya Indah yang tenggelam di perairan pedalaman Sungai Mahakam, Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, ditutup. Dari 111 penumpang, 28 orang ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan yang berada di lokasi sejak Jumat (14/9) lalu, hari ini juga telah meninggalkan lokasi kejadian di Muara Pahu. Hal yang sama juga dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim. "Sudah selesai, tidak ada lagi pencarian (korban). Hari ini sudah kembali ke tempat masing-masing dari lokasi. Tim (DVI) saya juga sudah pulang ke Balikpapan (Mapolda Kaltim)," kata Kabid Dokkes Polda Kaltim, Kombes Pol Budi Heriadi, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (19/9/2012) malam. Menurut Budi, dalam enam hari pencarian tim SAR di lokasi, sebanyak 28 orang penumpang KM Surya Indah yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan meninggal dunia. Sedangkan untuk jumlah penumpang selamat tidak berubah, 83 orang. "Tetap (83 orang selamat). Semua korban meninggal sudah berhasil kita identifikasi semuanya, juga sudah kita serahkan ke keluarga masing-masing, sesuai dengan data dan informasi keluarga korban di pos Anthe Mortem," ujar Budi. "Jenazah yang terakhir itu adalah anak perempuan berusia 8 tahun itu. Sekali lagi, semua korban meninggal sudah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga masing-masing," terangnya. Sementara Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, menambahkan meski tim SAR dan tim DVI telah meninggalkan lokasi kejadian, namun aparat Polsek Muara Pahu, tetap berada di posko. "Sekarang di lokasi dikendalikan aparat Polsek, siapa tahu ada yang melapor lagi kehilangan anggota keluarganya yang berada di atas kapal itu," kata Wisnu. "Sedangkan terkait penyelidikan, tersangka masih tetap 1 orang. Polres Kutai Barat juga tengah menelusuri dan menyelidiki awal keberangkatan kapal dari Samarinda. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya dari kasus tenggelamnya kapal itu," tambahnya.


Seperti diberitakan, KM Surya Indah yang berangkat dari Dermaga Mahakam Hulu Samarinda, rute Samarinda tujuan Melak di Kabupaten Kutai Barat, tenggelam dan karam di perairan Sungai Mahakam, di Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, pada Kamis (13/9) malam lalu.

Beredar kabar sebelum kejadian itu, kapal tersebut mengangkut lebih dari 100 orang dan mengalami kebocoran. Atas dugaan kebocoran yang tidak ditangani sebagaimana mestinya itu, Polres Kutai Barat menetapkan Aspul, juru kemudi (nakhoda) kapal sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Kutai Barat. Aspul dijerat dengan UU No 17/2008 tentang Pelayaran subsider pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain luka-luka dan meninggal dunia.

Perjalanan kapal menuju Melak Kutai Barat yang melalui sedikitnya 3 dermaga di Tenggarong, Kota Bangun dan Muara Muntai, memakan waktu 18 jam perjalanan di Sungai Mahakam. Kapal yang dilengkapi berbagai persyaratan dokumen itu dinilai masih layak berlayar dan memiliki batas maksimal 96 orang penumpang dan barang seberat 40 ton.

Sumber : detik




Posted in | Comments Off

JR Kaltim, Polresta Balikpapan & RS Siloam Menandatangani Kerjasama

Balikpapan - Pada hari Senin (24/9) bertempat di Rumah Sakit Siloam Balikpapan, Jasa Raharja, Polresta Balikpapan, RS. Siloam menandatangani kerjasama untuk penaganan korban kecelakaan lalu lintas, ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kepala Cabang Kaltim Tri Haryanto, Kapolresta Balikpapan AKBP. Sabar Supriyono dan CEO Siloam Hospital Balikpapan drg. Wiana R Maengkom MARS.
Dalam kesempatan ini, Tri Haryanto mengatakan kerjasama ditujukan untuk pelayanan yang lebih baik pada masyarakat korban laka lantas di Balikpapan, korban laka lantas akan ditanggung biaya perawatan maupun pengobatan sesuai tagihan dari pihak rumah sakit dengan nominal maksimal  Rp. 10.000.000,- , meliputi pelayanan UGD, rawat inap,perawatan khusus hingga ruang operasi hal ini dituangkan dalam salah satu klausa MOU yang ditandatangani. Begitu terjadi laka lantas korban langsung dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, selanjutnya Jasa Raharja dan Kepolisian akan bersinergi dalam proses berkasnya, untuk pembayaran santunannya.
Sementara itu Sabar mengatakan dari kerjasama yang terjalin, korban kecelakaan bisa ditangani lebih cepat ke rumah sakit terdekat, sejauh ini sudah ada dua rumah sakit yang bekerjasama dengan Kepolisian, Jasa Raharja , yaitu RS. Byangkara dan RSU. Kanujoso Djatiwibowo. Kerjasama Polres, Jasa Raharja dan Rumah Sakit di Balikpapan menurut Sabar sangat penting, sebelumnya korban kecelakaan kerap kesulitan mendapatkan pertolongan pertama, karena tidak adanya penjamin, setelah ada kerjasama ini diharapkan korban kecelakaan bisa lebih terjamin untuk mendapatkan pertolongan di Rumah Sakit. *(Humas Cabang Kaltim/Leo )*.

Posted in | Comments Off