Sumber : Kaltim Post
Bupati : Ini Bukan Pengganti Nyawa
Sumber : Kaltim Post
Korban Laka Maut KM 57 Terima Santunan Rp 25 Juta
Balikpapan - Isak tangis ahli waris mewarnai prosesi
penyerahan santunan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas
(lakalantas) yang dilaksanakan pihak PT Jasa Raharja (persero) cabang
Kalimantan Timur di Kabupaten Paser, Selasa (2/10) kemarin.
Sumber : Balikpapan Pos
Bupati Paser Serahkan Santunan Kecelakaan Maut Di Km. 57 Samboja
Tanah Grogot - Bertempat di Aula Utama Pendopo
Bupati, Bupati Paser HM. Riwan Saidi menyerahkan santunan kepada enam keluarga
korban kecelakaan lalu lintas di Km. 57 Jalan Soekarno Hatta Selasa (2/10),
yang disaksikan oleh Ketua DPRD Paser H. Kaharuddin, Ketua Pengadilan Negeri
Tanah Grogot, Kejari Tanah Grogot dan beberapa pejabat lainnya.
Duka Para Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Km. 57 Soekarno Hatta Samboja
Tanah Grogot - Hidup, jodoh dan mati adalah rahasia
Tuhan. Tiada yang sanggup menghalangi jika Tuhan telah memutuskan, seperti
kecelakaan di Bukit Soeharto yang menyebabkan 9 nyawa melayang.
Izin Jemput Rezeki Lebih, Para Tetangga Kaget
Kab. Paser - Hidup, jodoh dan mati adalah rahasia Tuhan. Tiada yang sanggup
menghalangi jika Tuhan telah memutuskan. Seperti kecelakaan di Bukit Soeharto
yang menyebabkan 9 nyawa melayang.
Sumber : Kaltim Post
Xenia Maut Renggut Nyawa 9 Orang di KM. 57 Jalan Jurusan Balikpapan – Samarinda
Sembilan Tewas di KM 57
Kukar – Kaltim kembali berduka.
Jumat (28/9) kemarin, 9 orang tewas akibat tabrakan hebat di jalan poros
Balikpapan-Samarinda. Nyawa seakan-akan mudah hilang di perjalanan, mengingat
baru saja 28 orang tewas setelah karamnya kapal KM Surya Indah di Kutai Barat Kamis
(13/9) lalu.
Sumber : Kaltim Post
JR Kaltim Sosilisasi di SMA Negeri I Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser
JR Samarinda Narasumber Pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ
Samarinda - Bertempat di ruang aula Rapat Dinas Perhubungan
Propinsi Kaltim, Kamis kemarin (26/9) diadakan Pemilihan Pelajar Pelopor
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Propinsi Kaltim. Pada
kesempatan ini Kepala Perwakilan Jasa Raharja Samarinda Muhammad Ferhat hadir
sebagai undangan dan sekaligus sebagai narasumber. Pemilihan Pelajar Polopor
keselamatan LLAJ ini sudah menjadi agenda rutin dari Dinas Perhubungan Propinsi
Kaltim, dimana pemenang akan diikutsertakan dalam pemilihan tingkat nasional di
Jakarta.
JR Samarinda Sampaikan Bantuan Bina Lingkungan Rumah Ibadah
Jasa Raharja Santuni Korban Rp700 Juta
Balikpapan - Jasa Raharja Kaltim menyiapkan anggaran untuk pembayaran asuransi sebesar Rp700 juta bagi korban meninggal karamnya KM Surya Indah di Seblang, Muara Pahu, Kutai Barat, yang terjadi pada Kamis (13/9). "Awalnya Rp 725 juta dengan korban 29 meninggal tapi diralat menjadi 28 orang meninggal. Jumlah pembayaran asuransi ini terbesar untuk tahun 2012 ini," ungkap Kepala Jasa Raharja Kaltim Tri Haryanto, Rabu. Dari jumlah itu kata Tri Haryanto, sudah tujuh orang dibayarkan klaim asuransi yakni tiga korban diberikan warga Muara Pahu pada Selasa (18/9) pagi dan empat orang warga Samarinda. "Target kami Jumat ini sudah diserahkan berkas dokumen dan pembayaran kepada korban meninggal. Korban meninggal mendapat santunan Rp25 juta," terangnya. Korban meninggal yang berdomisi berdasarkan KTP di Jawa Timur dan Jawa Tengah, akan dibayarkan kepada ahli waris. Pengurusan klaimnya diserahkan kepada Jasa Raharja cabang Jatim dan Jateng, katanya. Namun dari 28 korban meninggal, Jasa Raharja hanya memberikan kepada 26 orang meninggal kepada ahli warisnya. Sebab dua orang diketahui tidak ada ahli warisnya. "Itu hasil penelurusan tim kami di lapangan, di Melak kalau dua orang ini tidak memiliki ahli waris. Jadi kita serahkan uang pemakaman yang mengurus pemakaman," jelasnya. Sementara korban luka-luka semua di berikan perawatan di posko dan tidak ada yang dirawat di rumah sakit atau puskesmas. Jadi tidak ada klaim asuransi bagi korban luka-luka, ucapnya.
Berdasarkan domisili KTP diketahui dari 28 korban yang mendapat santunan Jasa Raharja memiliki domisili di Kubar sebanyak 10 orang, Samarinda 4 orang, luar Kaltim 14 orang. Untuk pengurusan surat/dokumen pelengkap bagi ahli waris seperti KK, keterangan ahli waris, KTP tim jasa raharja sementara membuka kantor operasional bergerak untuk membantu pengurusan pencairan santunan. Atas kejadian ini, tambah Tri pihaknya akan melakukan analisa dan evaluasi bersama mitra terkait sehingga ke depannya dapat lebih menekan angka kecalakaan transportasi. "Sebab dari temuan dilapangan, banyak penumpang yang tidak gunakan pelampung,", katanya. (*) Editor: Arief Mujayatno.
Sumber : Antara News
Didik: Jasa Raharja Jangan Berbelit-belit
Kutai Barat - Korban karamnya KM Surya Indah di Kecamatan Muara Pahu, Kubar harus menerima santunan Rp 25 juta dari Jasa Raharja. Prosedur administrasi pencairan santunan, diingatkan Wakil Bupati Didik Effendi, jangan sampai berbelit-belit. Hal ini ditegaskan Didik Effendi ketika menyerahkan santunan tahap awal kepada ahli waris ketiga korban KM Surya Indah di Posko Penanganan Bencana Terpadu Kubar di Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu, Selasa (18/9) kemarin. Ahli waris korban Nafsiah (52) warga Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan diwakili putri pertamanya Erni. Sedangkan dua korban Ida Wati (37) dan putranya Bagus Wijaya Pratama (7) warga Kampung Muara Baroh, Kecamatan Muara Pahu menerima santunan Rp 50 juta, diterima Adeng (suami Ida Wati). Penyerahan dihadiri Kepala Cabang (Kacab) Jasa Raharja Kaltim Tri Haryanto dan jajarannya. Menyaksikan penyerahan santunan, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kubar Yulius Gun, Kepala Dinas Kesehatan Kubar Zulkarnain, Camat Muara Pahu Nanang Adriani, Kapolsek Muara Pahu AKP Bambang, dan sejumlah masyarakat setempat. Didik Effendi selalu memantau evakuasi korban, sejak Jumat (14/9). Ia mengaku, prihatin dengan banyaknya korban tewas. Bahkan dia sependapat dengan pernyataan Bupati Kubar Ismail Thomas, kecelakaan tersebut menjadi tragedi terburuk sepanjang jasa transportasi Sungai Mahakam di Kubar. “Jasa Raharja harus segera menyerahkan dana santunan lagi kepada korban yang belum menerimanya,” katanya. Dia mengucapkan terima kasih, kepada perusahaan yang telah peduli memberikan bantuan evakuasi sampai pemulangan jenazah hingga ke Jawa Tengah, Samarinda, dan di wilayah Kubar. “Bantuan masyarakat Muara Pahu juga besar. Termasuk jajaran kepolisian, TNI-AD, Tim SAR Kaltim, DVI Kaltim, dan jajaran pemkab Kubar lainnya,” sebut Didik.
Sumber : kaltim Post
Total Korban Tenggelamnya KM Surya Indah di Mahakam Sebanyak 28 Orang
Samarinda - Pencarian korban KM Surya Indah yang tenggelam di perairan pedalaman Sungai Mahakam, Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, ditutup. Dari 111 penumpang, 28 orang ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan yang berada di lokasi sejak Jumat (14/9) lalu, hari ini juga telah meninggalkan lokasi kejadian di Muara Pahu. Hal yang sama juga dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim. "Sudah selesai, tidak ada lagi pencarian (korban). Hari ini sudah kembali ke tempat masing-masing dari lokasi. Tim (DVI) saya juga sudah pulang ke Balikpapan (Mapolda Kaltim)," kata Kabid Dokkes Polda Kaltim, Kombes Pol Budi Heriadi, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (19/9/2012) malam. Menurut Budi, dalam enam hari pencarian tim SAR di lokasi, sebanyak 28 orang penumpang KM Surya Indah yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan meninggal dunia. Sedangkan untuk jumlah penumpang selamat tidak berubah, 83 orang. "Tetap (83 orang selamat). Semua korban meninggal sudah berhasil kita identifikasi semuanya, juga sudah kita serahkan ke keluarga masing-masing, sesuai dengan data dan informasi keluarga korban di pos Anthe Mortem," ujar Budi. "Jenazah yang terakhir itu adalah anak perempuan berusia 8 tahun itu. Sekali lagi, semua korban meninggal sudah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga masing-masing," terangnya. Sementara Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, menambahkan meski tim SAR dan tim DVI telah meninggalkan lokasi kejadian, namun aparat Polsek Muara Pahu, tetap berada di posko. "Sekarang di lokasi dikendalikan aparat Polsek, siapa tahu ada yang melapor lagi kehilangan anggota keluarganya yang berada di atas kapal itu," kata Wisnu. "Sedangkan terkait penyelidikan, tersangka masih tetap 1 orang. Polres Kutai Barat juga tengah menelusuri dan menyelidiki awal keberangkatan kapal dari Samarinda. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya dari kasus tenggelamnya kapal itu," tambahnya.
Sumber : detik