Aksi Cepat Pelayanan Jasa Raharja di Utara Kaltim

Tarakan - Lagi-lagi jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tahun ini di Kota Tarakan semakin bertambah. Sabtu lalu, 20 Oktober 2012 dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dalam kasus yang berbeda di tempat yang sama yaitu di Jalan P Aji Iskandar wilayah Juata  Kecamatan Tarakan Utara.
Sekitar pukul 11.30 Wita, seorang pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan menjadi korban pengendara sepeda motor. Adalah Samuel Sumbung (82), yang menjadi korbannya. Warga Juata Permai itu ditabrak sepeda motor saat sedang menunggu angkotan kota (angkot) di Jalan P Aji Iskandar, Juata Permai, dan sekitar pukul 16.30 Wita terjadi lagi kecelakaan lainnya yang merenggut korban jiwa atas nama Abdul Latif warga Juata Laut yang bertabrakan adu moncong antara sepeda motor KT 5983 JS vs sepeda motor KT 4714 FT.
Atas pertolongan warga sekitar, korban langsung dilarikan ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan. Korban menderita luka-luka yang lumayan parah di sekujur tubuhnya. Sementara itu, barang bukti berupa satu unit sepeda motor diamankan di kantor Unit Laka Satlantas Polres Tarakan untuk dijadikan barang bukti.
Dengan berbekal semangat PRIME Service, JR Tarakan beraksi cepat melakukan survey keabsahan ahli waris. Senin, 22 Oktober 2012, Santunan Meninggal Dunia plus penggantian biaya perawatan kedua korban telah diterima ahli Waris dalam waktu Satu Hari. Dana Santunan diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan JR Tarakan Yan P.A Worang didampingi PA. Pelayanan A.Fauzi.
Jasa Raharja berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Karena tanpa semangat demikian, mustahil santunan diberikan secepat itu. Dan tidak kali ini saja tentu, karena ke depan, Jasa Raharja sudah pasti akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan apa yang diberikan kepada masyarakat. Tidak semata-mata melalui kecepatan pambayaran santunan semata, namun juga melalui upaya pemenuhan ekspektasi publik *(Humas JR Kaltim/af)*.
Lagi-lagi jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tahun ini di Kota Tarakan semakin bertambah. Sabtu lalu, 20 Oktober 2012 dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dalam kasus yang berbeda di tempat yang sama yaitu di Jalan P Aji Iskandar wilayah Juata  Kecamatan Tarakan Utara.
Sekitar pukul 11.30 Wita, seorang pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan menjadi korban pengendara sepeda motor. Adalah Samuel Sumbung (82), yang menjadi korbannya. Warga Juata Permai itu ditabrak sepeda motor saat sedang menunggu angkotan kota (angkot) di Jalan P Aji Iskandar, Juata Permai, dan sekitar pukul 16.30 Wita terjadi lagi kecelakaan lainnya yang merenggut korban jiwa atas nama Abdul Latif warga Juata Laut yang bertabrakan adu moncong antara sepeda motor KT 5983 JS vs sepeda motor KT 4714 FT.
Atas pertolongan warga sekitar, korban langsung dilarikan ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan. Korban menderita luka-luka yang lumayan parah di sekujur tubuhnya. Sementara itu, barang bukti berupa satu unit sepeda motor diamankan di kantor Unit Laka Satlantas Polres Tarakan untuk dijadikan barang bukti.
Dengan berbekal semangat PRIME Service, JR Tarakan beraksi cepat melakukan survey keabsahan ahli waris. Senin, 22 Oktober 2012, Santunan Meninggal Dunia plus penggantian biaya perawatan kedua korban telah diterima ahli Waris dalam waktu Satu Hari. Dana Santunan diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan JR Tarakan Yan P.A Worang didampingi PA. Pelayanan A.Fauzi.
Jasa Raharja berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Karena tanpa semangat demikian, mustahil santunan diberikan secepat itu. Dan tidak kali ini saja tentu, karena ke depan, Jasa Raharja sudah pasti akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan apa yang diberikan kepada masyarakat. Tidak semata-mata melalui kecepatan pambayaran santunan semata, namun juga melalui upaya pemenuhan ekspektasi publik *(Humas JR Kaltim/af)*.

Posted in | Comments Off

Kunjungan Komisaris ke Kantor JR Cabang Kalimantan Timur

Balikpapan - Di sela sela rangkaian kunjungan Presiden SBY meresmikan Terminal Peti Kemas (TPK) di Kariangau Balikpapan, Komisaris Jasa Raharja, Winata Supriatna, (23/10/12) menyempatkan diri berkunjung ke Kantor Jasa Raharja Cabang Kalimantan Timur. Kunjungan tersebut dimanfaatkan dengan mengadakan dialog dan diskusi kepada seluruh karyawan kantor cabang.
Kedatangan Komisaris, Bapak Winata, disambut oleh Kacab JR Kaltim, H. Lukman Hakim, beserta jajarannya, kemudian diarahkan menuju ruang rapat untuk bertatap muka dengan seluruh karyawan.
Pembukaan diawali oleh Kacab JR dengan ucapan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan Komisaris di Kantor JR Kaltim. Selanjutnya, Winata, mengisi diskusi dengan berbagi informasi dan pengalaman beliau selama mengunjungi kantor cabang-cabang yang ada di Indonesia. Beliau juga melakukan tanya jawab kepada seluruh karyawan mengenai permasalahan dan kendala yang ada di wilayah kerja Kalimantan Timur. Meskipun berlangsung hanya satu jam namun dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Acara diskusi dimulai pukul 18.25 Wita dan berakhir pada pukul 19.35 Wita.
Menjelang akhir diskusi, Beliau berpesan agar seluruh karyawan tetap bekerja lebih baik, menciptakan inovasi demi kemajuan dan kelangsungan perusahaan yang kita cintai serta saran saran dan masukan akan dibicarakan dengan pihak Dewan Direksi.

Posted in | Comments Off

JR Kaltim adakan Pelatihan Motivasi, Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Kepada Mitra Binaan

Balikpapan - Dalam rangka memberikan motivasi dan pembinaan kepada UKM, Jasa Raharja Kaltim menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan bagi mitra binaan PKBL, diklat tersebut diselenggarakan selama 2 hari mulai tanggal 17 – 18 Oktober 2012, bertempat di Hotel Aston Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, yang diikuti sebanyak 30 mitra binaan dari Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Samarinda dan Tarakan.
Diklat kewirausahaan yang berlansung selama 2 hari dibuka oleh Plt. Kepala Cabang Kaltim H. Lukman Hakim, diawali dengan laporan Kepala Bagian Administrasi Riswandi Djaja selaku ketua panitia. Kegiatan ini terselenggara bekerjasama dengan PT. Wirakarti Jakarta.
Lukman Hakim selaku Plt. Kepala Cabang dalam sambutannya mengatakan, Jasa Raharja selain tugas pokok yang diemban yaitu menyantuni masyarakat korban kecelakaan lalu lintas baik sebagai penumpang umum maupun yang mengalami kecelakaan lalu lintas jalan  sesuai UU No. 33 dan 34 Tahun 1964, jo. PP No.17 dan 18 Tahun 1965, juga Jasa Raharja sebagai usaha milik negara (BUMN) diberikan tugas tambahan oleh pemerintah yaitu melaksanakan berupa Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.
Lebih lanjut Lukman mengatakan realisasi penyaluran dana pinjaman program kemitraan periode triwulan II tahun 2012 sebesar 100 % atau senilai Rp. 1.100.000.000,-. Akumulasi penyaluran dana pinjaman dari tahun 2004 sd. September 2012 adalah sebesar Rp. 7.737.016.000,-. Jumlah mitraan binaan  aktif sd. September 2012 sebanyak 388 orang dan tingkat tunggakan 4,46 %
Diharapkan dengan adanya pendidikan dan pelatihan semacam ini, kata Lukman para pelaku UKM dapat memperluas wawasan dan tambahan ilmu pengetahuan dalam pengelolaan usaha sehingga bisa lebih berhasil dan sukses. *(Humas JR kaltim/Leo)*.

Posted in | Comments Off

JR Samarinda Hadiri Rapat dan Paparan Oleh Pemkot Samarinda

Samarinda - Selasa, 16 Oktober 2012, Bertempat diruang Rapat Wakil Walikota Samarinda, Kepala Perwakilan Jasa Raharja Samarinda, Muhammad Ferhat, turut hadir dalam Rapat dan paparan Program Kerja Pembangunan dan Pengembangan transportasi oleh Pemerintah Kota Samarinda serta Paparan hasil observasi lapangan oleh Tim WTN Tingkat Nasional kepada Walikota Samarinda. Acara dibuka oleh Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Samarinda Komisi III yang membidangi Transportasi serta seluruh SKPD dilingkungan Pemkot Samarinda juga Jajaran Polresta Samarinda.
Dalam pembukaan rapat, wakil walikota (wawali) memberikan sambutan dan menjelaskan kepada seluruh peserta rapat mengenai kondisi transportasi di Samarinda, secara umum beliau menggambarkan pertumbuhan kendaraan perbulan di Samarinda berkisar antara 4.000 s/d. 4.500 kendaraan setiap bulannya, disamping itu juga diikuti dengan pertumbuhan jumlah penduduk, bahkan wawali mengatakan bahwa Samarinda ini adalah kota jasa yang tentu saja membuat banyak para warga masyarakat dari luar daerah bahkan dari Propinsi lain yang berdatangan ke Samarinda untuk mengais rejeki.  Diakui bahwa pertumbuhan kendaraan dan penduduk belum bisa diimbangi dengan pertumbuhan jalan dan infrastruktur jalan serta transportasi yang memadai/nyaman.
Sementara luas Samarinda ini 718 km2 dengan jumlah penduduk hampir 900.000 jiwa, dampak sosial yang diarasakan oleh Samarinda adalah banyaknya kegiatan balap liar yang tentunya mengganggu kenyamanan dan menjadikan tingkat  kecelakaan lalu lintas meningkat.  Upaya Pemkot Samarinda dengan melakukan kerjasama dengan semua stakeholder yang ada namun partisipasi masyarakat tetap diperlukan agar Samarinda menjadi kota yang Indah, nyaman dan maju serta Disiplin.
Dalam kaitannya dengan Wahana Tata Nugraha yaitu sebuah event tentang transportasi khususnya transportasi darat banyak indikator penilaian yang dijadikan parameternya.  Bpk Ahmadi dari Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan Pusat dalam paparannya menjelaskan hal-hal yang perlu diantisipasi oleh Pemkot dan seluruh stakeholder adalah ketersediaan semua sarana dan prasarana transportasi yang memadai, sehingga mobilisasi warga menjadi lancar dan tertib.
Pertisipasi Jasa Raharja adalah memberikan kepastian perlindungan Asuransi bagi setiap anggota masyarakat pengguna moda transportasi didarat maupun lainnya, disamping itu akan terus meningkatkan koordinasi terkait dengan penanganan pra laka maupun paska laka, serta memberikan pembelajaran tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada anak didik maupun mahasiswa dan masyarakat melalui program penyuluhan dan dialog juga talkshow, hal lain yang bisa dilakukan oleh Jasa Raharja adalah memberikan bantuan sarana keselamatan lalu lintas seperti Trafic Cone, barikade, rambu-rambu dan Billboard.
Besar harapan Pemkot Samarinda tahun 2012 ini akan memperoleh Wahana Tata Nugaraha, dimana selama 2 tahun terakhir tidak lagi berpartisipasi dalam ajang WTN dan diharapan pula kepada semua stakeholder yang ada kiranya bisa memberikan kontrisbusi nyata dalam memajukan transportasi di Samarinda, Semoga.(Kaltim/Samarinda)

Posted in | Comments Off

Dahlan: BUMN Korupsi, Tak Ada Ampun bagi Direksi

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan akan bertindak tegas terhadap direksi BUMN yang melakukan korupsi. Dahlan mengaku tidak memberikan ampunan bagi yang terbukti korupsi.  "Saya akan lihat dulu detailnya. Kalau terbukti korupsi, tidak akan saya beri ampunan," kata Dahlan di Jakarta, Jumat (5/10/2012).  Sekadar catatan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya menemukan 63 kasus di lingkungan BUMN yang mengakibatkan kerugian negara. Potensi kerugian dan kekurangan penerimaan negara senilai Rp 2,5 triliun.  Untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK tersebut, Dahlan akan mengklarifikasi kepada masing-masing BUMN yang terindikasi korupsi, apakah ada kemungkinan salah administrasi, salah posting atau memang ada kesengajaan.  Dahlan mencontohkan laporan keuangan PT Djakarta Llyod Persero. Di situ hanya ada laporan keuangan tahun 2007, padahal perusahaan tersebut sudah berdiri sebelum 2007.  Dari laporan keuangan tersebut juga bisa dilihat ada penghapusan pencatatan, khususnya setelah perseroan mendapat pinjaman luar negeri.  "Di sana ada pinjaman luar negeri kok tidak ada yang tercatat di pembukuannya. Saat ini sedang diurus. Bagaimana pinjaman nilainya begitu besar kok tidak tercatat di buku besar. Nah, ini yang salahDjakarta Lloyd atau siapa?" katanya.  Dahlan menambahkan, pinjaman dana luar negeri tersebut digunakan oleh perseroan untuk membeli kapal. Namun, setelah pinjaman diperoleh, tidak ada kapal yang dibeli. Karena itu, pemerintah akan segera mengusut kasus tersebut.  "Banyak yang bilang, pinjamannya ada yang Rp 3 triliun, Rp 2 triliun, Rp 1 triliun, malah kapalnya enggak ada," ungkapnya.

SumberKompas

Posted in | Comments Off

Bupati : Ini Bukan Pengganti Nyawa

Tanah Grogot - Disaksikan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi dan para pejabat teras di Kabupaten Paser, PT Jasa Raharja cabang Kaltim menyerahkan santunan kepada 6 keluarga korban meninggal pada kecelakaan lalu lintas di Km 57 Jl Soekarno-Hatta,  Samboja, Kutai Kartanegara,  yang terjadi Jumat (28/9) lalu.

Pada penyerahan santunan yang digelar di aula utama Pendopo Bupati di Jl Kusuma Bangsa, Tanah Grogot itu, hadir Kepala Cabang Jasa Raharja Kaltim Tri Haryanto bersama jajarannya. Ketua DPRD Paser H Kaharuddin, Ketua PN Tanah Grogot, Kepala Kejari dan beberapa pejabat lain.

Penyerahan santunan diwakili Siti Hapsyah Mardikanyah dan disaksikan oleh seluruh undangan. Suasana haru terlihat dari keluarga korban kecelakaan maut antara Daihatsu Xenia dengan truk bermuatan kompresor yang menewaskan 9 orang itu. Beberapa keluarga korban bahkan terlihat masih terisak mengenang tewasnya anggota keluarganya dan haru mendapat santunan dari PT Jasa Raharja.

Pada kesempatan itu, Tri Haryanto mengatakan, pihaknya menyantuni keluarga korban meninggal masing-masing sebesar Rp 25 juta. Sementara untuk luka-luka mendapat santunan Rp 10 juta.

“Kami turut berduka atas kejadian kecelakaan ini. Semoga dana ini dapat berguna bagi kepentingan keluarga yang ditinggalkan,” kata Tri Haryanto. Pihaknya berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu mengidentifikasi korban hingga pendataan korban bisa dilakukan dengan cepat. “Alhamdulillah untuk pengurusan administrasi dan juga pendataan korban hanya memakan waktu 2 hari, hingga hari ini santunan bisa kami serahkan,” tuturnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengaku kaget saat mendegar kabar kecelakaan di area Tahura Bukit Soeharto itu ternyata banyak memakan korban warga  Paser. Dan pihaknya mengucapkan belasungkawa pada keluarga korban. “Saya terhenyak ketika mengetahui bahwa 6 korban meninggal adalah warga Paser,” kata Bupati.

Untuk itu, ia berharap keluarga korban tabah dan berharap santunan yang diberikan PT Jasa Raharja bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Yang perlu kita pahami, santunan ini bukan sebagai pengganti jiwa dan raga korban. Namun bentuk tanggung jawab  dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tujuannya untuk turut membantu meringankan musibah bagi keluarga korban,” pungkas bupati.

Untuk diketahui, 6 korban laka lantas di Km 57 Samboja merupakan warga Kabupaten Paser. Mereka adalah Ahmad Kusasi warga Desa Long Kali, Sarifuddin warga Batu Engau, Agus Pratama, Taufiq, Thamrin, dan Yunani,  warga Batu Sopang. (nan/ind)

SumberKaltim Post

Posted in | Comments Off

Korban Laka Maut KM 57 Terima Santunan Rp 25 Juta

Balikpapan - Isak tangis ahli waris mewarnai prosesi penyerahan santunan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang dilaksanakan pihak PT Jasa Raharja (persero) cabang Kalimantan Timur di Kabupaten Paser, Selasa (2/10) kemarin.


Enam ahli waris yang merupakan istri, anak serta menantu korban kecelakaan menerima santunan masing-masing sebesar Rp25 juta dari Jasa Raharja.  Prosesi penyerahan santunan korban laka lantas dilaksanakan di pendopo rumah jabatan Bupati Paser ini diwarnai isak tangis keluarga sejumlah ahli waris.

Santunan diserahkan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten Paser yang juga istri wakil Bupati Paser, Hj Siti Hapsyah serta disaksikan Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Timur, Tri Haryanto, Bupati Paser Ridwan Suwidi serta Wakil Bupati Paser, Mardikansyah.

Keenam ahli waris yang menerima santunan ini adalah istri, anak serta menantu dari para korban yakni Yunani, Akhmad Kusasi, Iptu Agus Pratama, Sarifuddin, Tamrin serta Herani.

Enam dari sembilan korban meninggal dunia tersebut adalah sopir dan penumpang yang berada di dalam mobil Xenia nahas yang bertabrakan dengan sebuah truk di jalan poros Balikpapan–Samarinda Kilometer 57.

Dari keterangan Rita, salah seorang ahli waris yang juga istri dari almarhum Akhmad Kusasi, tidak ada firasat apapun sebelum peristiwa kecelakaan yang menyebabkan suaminya meninggal dunia dengan jalan tragis itu.”Gak ada mimpi, atau tanda-tanda pamit pergi udah seperti biasa,” kata Rita. Uang santunan yang diberikan Jasa Raharja itu sendiri nantinya akan dipergunakan untuk biaya hidup serta biaya sekolah ketiga anaknya.

Sementara itu Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kaltim, Tri Haryanto mengatakan, penyerahan santunan bagi korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas merupakan tanggung jawab pihaknya.

“Pada penyerahan santunan ini, enam ahli waris menerima santunan masing masing sebesar 25 juta rupiah.Sedangkan yang luka luka biaya rawatnya 10 juta rupiah namun bila ada yang cacat tetap akan diberikan santunan maksimal 25 juta rupiah,” kata Tri kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Tri menjelaskan, peraih peringkat pertama dalam penyaluran santunan dana korban kecelakaan ditempati Kutai Kartanegara (Kukar), disusul kota Samarinda serta Kota Balikpapan. Sedangkan Kabupaten Paser masih berada di peringkat ke 11 dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. “Untuk Kaltim hingga bulan September PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp16,6 miliar rupiah,” imbuhnya.

Sedangkan dua warga Kalimantan Selatan yang menerima santunan M Irfan  warga Bihara, Kecamatan Awayun, Kabupaten Balangan serta Jamhuri warga Kota Baru, Kalimantan Selatan yang penyerahannya dilaksanakan melalui PT Jasa Raharja Wilayah Banjarmasin.

Sementara seorang korban warga Paser tetapi penyerahan santunannya kepada orangtua korban di Kota Samarinda adalah Taufik  warga Loa Janan Samarinda penyerahannya dilakukan di Samarinda. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut mengerikan, sebanyak 9 orang tewas mengenaskan. 

Kejadiannya di Km 57 kawasan Bukit Soeharto,  Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja, Kukar,  Jumat (28/9)  pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Satu unit Daihatsu Xenia KT 1580 CA yang berisi 9 orang termasuk sopir, Taupik (32) warga Batu Kajang, Paser,  bertabrakan dengan truk mengangkut mesin KT 8982 AQ yang dikemudikan Sandi (25) warga jalan Imus Payau RT 32 kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara.

Korban yang tewas di TKP sejumlah 8 orang yakni Hairani (33), Taupik (32) sopir Xenia, Thamrin (57), Aiptu Agus Praptana (46), Sarifuddin (47), Jamhuri (30), Akhmad Kusasi ((41) dan M Irpan (29). Yunani (43) kritis dan dirawat di RS Abadi Samboja, namun akhirnya meninggal dunia pada pukul 18.30 wita.

Dari kejadian tersebut, Sandi ditahan sebagai tersangka dan diancam penjara 5 tahun sesuai pasal 359 KUHP, yakni lalai yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Berdasarkan penyelidikan polisi, truk yang dikemudikan Sandi “makan” jalur kanan karena  menghindari jalan rusak  sehingga menabrak Xenia yang datang dari arah berlawanan.(noq)

Sumber : Balikpapan Pos

Posted in | Comments Off

Bupati Paser Serahkan Santunan Kecelakaan Maut Di Km. 57 Samboja

Tanah Grogot - Bertempat di  Aula Utama Pendopo Bupati, Bupati Paser HM. Riwan Saidi menyerahkan santunan kepada enam keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Km. 57 Jalan Soekarno Hatta Selasa (2/10), yang disaksikan oleh Ketua DPRD Paser H. Kaharuddin, Ketua Pengadilan Negeri Tanah Grogot, Kejari Tanah Grogot dan beberapa pejabat lainnya.

Suasana haru terlihat dari keluarga korban, beberapa keluarga korban bahkan terlihat masih terisak mengenang meninggalnya anggota keluarganya yang baru mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.
Dalam sambutannya Kepala Cabang Kaltim Tri Haryanto mengatakan, a.n. Direksi dan Pimpinan Cabang turut berduka atas kejadian kecelakaan ini , semoga dana ini dapat berguna bagi kepentigan keluarga yang ditinggalkan, Kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu mengindetifikasi korban hingga pendataan korban bisa dilakukan dengan cepat, untuk pengurusan administrasi sampai pembayaran hanya memakan waktu 2 hari kerja, sehingga hari ini (2/10) santunan dapat dibayarkan.
Sementara itu dalam sambutan Bupati Paser HM. Ridwan Saidi mengatakan atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada pihak PT. Jasa Raharja yang begitu cepat merespon pembayaran santunan korban kecelakaan lalu lintas pada Jumat (28/9) kepada warga Kabupaten Paser.
Bupati berharap keluarga korban tabah dan berharap santunan yang diberikan Jasa Raharja bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, yang perlu kita pahami santunan ini bukan  sebagai penggati jiwa dan raga korban, namun bentuk tanggung jawab jawab dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia, tujuannya untuk turut membantu merigankan musibah bagi keluarga korban. *(Humas Cabang Kaltim/Leo)*.

Posted in | Comments Off

Duka Para Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Km. 57 Soekarno Hatta Samboja

Tanah Grogot - Hidup, jodoh dan mati adalah rahasia Tuhan. Tiada yang sanggup menghalangi jika Tuhan telah memutuskan, seperti kecelakaan di Bukit Soeharto yang menyebabkan 9 nyawa melayang.

Isteri Kusasi,Rita (35) tampak tegar pada saat menerima santunan dari Jasa Raharja, Humas Kaltim wawancara dengan isteri alm. Kusasi, Rita, Dia bercerita Saya tidak percaya kalau suami saya ikut jadi korban kecelakaan, tapi saya mulai yakin pas telepon suami tidak ada yang ngangkat.
Diceritakannya, tak ada firasat apa-apa waktu suaminya meminta izin ke Samarinda bersama beberapa temannya dari Batu Kajang, tak ada firasat pas mau berangkat suami saya cuma bilang  Dia cuma mau jemput rejeki lebih .Itu saja tambahnya. Di matanya sebagai isteri, almarhum suaminya adalah sosok yang penuh tanggung jawab. Dia tidak pernah mengeluh kalau kerja, berapapun didapat katanya itu yang menjadi rejekinya.
Dikalangan tetangga,Kusasi juga terkenal ringan tangan Ia tidak segan membantu bila ada yang membutuhkan ujar salah seorang tetangganya yang menemani saat penerima santunan, Ia mengaku Kusasi sosok yang santun dan pendiam. Ia mengaku kaget dengan kepergian Kusasi yang secara tiba-tiba, apalagi dalam kecelakaan maut Xenia Di Km. 57 Bukit Suharto Kecamatan Samboja .
Sementar itu Rita mengatakan terima kasih kepada pihak Jasa Raharja yang begitu cepatnya membayarkan santunan suami Saya Ahmad Kusasi, dan dana ini akan saya pergunakan untuk keperluan kedua putra saya,  kelanjutan Sekolah putranya, serta untuk membuka usaha kecil-kecilan demi untuk kebutuhan sehari-hari. *(Humas Cabang Kaltim/Leo)*

Posted in | Comments Off

Izin Jemput Rezeki Lebih, Para Tetangga Kaget

Kab. Paser - Hidup, jodoh dan mati adalah rahasia Tuhan. Tiada yang sanggup menghalangi jika Tuhan telah memutuskan. Seperti kecelakaan di Bukit Soeharto yang menyebabkan 9 nyawa melayang.


ISNAN RAHARDI, Long Kali

SUASANA duka menyelimuti rumah panggung berukuran 6 x 10 meter di RT 13 Desa Long Kali, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser Jumat (28/9) siang kemarin. Di rumah kayu yang selama ini ditinggali keluarga Ahmad Kusasi (41), salah satu korban kecelakaan Xenia vs truk di KM 57 Samboja dengan 9 korban tewas kemarin, nampak ramai.

Beberapa tetangga dan sanak keluarga sibuk menyiapkan berbagai keperluan persemayaman terakhir bagi Kusasi.

Bendera hijau bertuliskan lafal Arab tak bergerak, seakan menunjukkan kedukaan sang empunya rumah.

Istri Kusasi, Rita (35), tampak tegar dengan sesekali memeluk putra bungsunya setelah mendengar kepergian suaminya untuk selamanya.

Beberapa kali ia tampak mondar-mandir menyalami tetangga yang datang untuk mengungkapkan belasungkawa.

“Saya dikabari pas ada suara ngaji di masjid (sebelum salat Jumat). Saya tidak percaya kalau suami saya ikut jadi korban kecelakaan. Tapi saya mulai yakin pas telepon suami, tidak ada yang ngangkat. Tapi pas ada yang menunjukkan foto di BBM (BlackBerry Messenger) mulai muncul, kekhawatiran saya akhirnya terjawab,” beber Rita.

Diceritakannya, tak ada firasat apa-apa waktu suaminya meminta izin ke Samarinda bersama beberapa temannya dari Batu Kajang.

“Tak ada firasat. Pas mau berangkat suami saya cuma bilang jangan telepon kalau belum sampai rumah,” katanya.

“Dia cuma bilang mau jemput rejeki lebih. Itu saja,” tambahnya.

Di matanya sebagai istri, almarhum suaminya adalah sosok yang penuh tanggung jawab.

“Dia tak pernah ngeluh kalau kerja. Berapapun didapat, katanya itu yang menjadi rezekinya. Malah saya yang sering ngomel kalau uang yang dibawa cuma sedikit,” kata Rita sembari mengatakan suaminya sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di pangkalan tak jauh dari rumahnya.

Saat Kaltim Post menyambangi rumah duka, jasad Kusasi masih dalam perjalanan dari rumah sakit di Samboja.

Si sulung, Abdul Aziz, masih duduk di bangku SMP. Dia ikut melakukan penjemputan bersama beberapa keluarga untuk menyelesaikan administrasi di rumah sakit.

Di kalangan tetangga, Kusasi juga terkenal ringan tangan. Ia tak segan membantu bila ada yang membutuhkan.

Tak heran, banyak warga yang berdatangan ketika mendengar Kusasi menjadi salah satu korban kecelakaan.

“Saya tahu dari TV, kalau ada kecelakaan dan warga yang meninggal dari Paser. Tak tahunya Kusasi,” ujar salah seorang warga yang datang ke rumah duka.

Ia mengaku, Kusasi sosok yang santun dan pendiam. Meski dia pendiam, Kusasi terkenal suka membantu tetangga yang membutuhkan.

“Orangnya baik, tak suka banyak bicara dan rajin membantu orang lain,” kata pria tadi.
Ia mengaku kaget dengan kepergian Kusasi yang secara tiba-tiba. Apalagi dalam kecelakaan lalu lintas.

“Kemarin saya masih bertemu dan bertegur sapa sama dia. Makanya sama sekali tak menyangka kalau itu pertemuan terakhir saya,” beber pria tadi.

Ahmad Kusasi menjadi buah bibir di kalangan warga Long Kali setelah menjadi salah satu korban dalam kecelakaan maut di Bukit Soeharto.

Selain Kusasi, warga Paser yang juga menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut yakni Herani (29), Tamrin (57), Sarifudin (47), Yunani (53) dan Agus Praptana (46), anggota Babinkamtibmas Polsek Batu Kajang.

Sementara, kecelakaan maut di Km 57 ini juga membuat duka mendalam bagi keluarga korban lainnya.

Syarif, tampak shock saat mengetahui ayahnya, Tamrin, menjadi salah satu korban meninggal. Dia pun langsung bergegas dari Batu Kajang ke RS Samboja.

“Sempat tidak percaya, ayah pergi begitu cepat dengan kondisi tragis. Tidak ada firasat apa apa, ayah pergi dari rumah menuju Samarinda ada keperluan penting. Katanya mau bertemu teman kerjanya, namun Tuhan memanggil ayah. Memang agak berat tapi inilah takdir yang kuasa,” kenang Syarif, berusaha tegar saat ditemui media ini di ruang jenazah RSUD Abadi Samboja. Jenazah Tamrin pun langsung dibawa ambulans untuk dikubur di Batu Kajang, Paser.

“Saya bersama keluarga menjemput jenazah ayah untuk dikebumikan,“ tambah Syarif. 

Hal senada juga ditambahkan oleh Ardian, paman Syarif.

“Saya dapat kabar kalau ayah Syarif kecelakaan lewat telepon, sontak saya kaget. Saya pun bersama keluarga langsung menuju rumah sakit untuk menjemput jenazah,” kata Ardian.
Lain halnya, Dardi. Dia tampak sedih mendoakan teman kerjanya, Jamhuri, yang turut menjadi korban kecelakaan tragis tersebut.

Dardi adalah teman dekat Jamhuri. Saat melihat jasad temannya, Dardi langsung shock.

“Sempat shock, tidak percaya kawan saya meninggal dalam kecelakaan ini. Saat melihat jasadnya saya ikhlas dan mendoakannya agar arwahnya diterima di sisi Tuhan,” terang Dardi.

Dardi menuturkan dirinya mewakili keluarga Jamhuri yang berada di Kalimantan Selatan (Kalsel).

”Keluarganya jauh, ada di Kota Baru, Kalsel. Nah, saya yang mewakili dulu untuk melihat kondisinya sesuai amanah keluarga Jamhuri,” tutur Dardi.

Sementara, Kepala Ruang Jenazah RSUD Abadi Samboja Arifin menjelaskan, hingga sore dan malam kemarin, sudah ada beberapa keluarga korban yang mengambil jenazah. Ada yang menggunakan ambulans dan mobil pribadi.

“Pertama, Aiptu Agus Pratana jenazahnya akan dikirim ke Klaten, Jawa Tengah. Naik ambulans Pertamina menuju Rumah Sakit Pertamina terlebih dahulu. Kedua, korban Taufik dijemput ayahnya, Kursani, seorang petani Loa Janan RT 20,” ujar Arifin.

Dia menambahkan, sempat kesulitan juga membersihkan jenazah korban.

“Kondisi korban memprihatinkan, banyak mengeluarkan darah. Serta ada beberapa bagian tubuh yang patah seperti di bagian dada dan tangan. Kondisi kepala pun harus kita jahit karena pecah. Proses pekerjaan memakan waktu dua jam sempat kewalahan juga, tapi akhirnya proses pembersihan jenazah lancar,” pungkasnya.

Sementara, Yunani warga Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser yang sempat kritis, akhirnya mengembuskan napas terakhir.

“Pak Yunani meninggal dunia, kami sudah maksimal dalam melakukan pertolongan cepat namun beliau akhirnya tak tertolong, “ ungkap Ali Solihin, salah satu perawat.
Yunani meninggal pukul 18.30 Wita, kemarin.

“Sudah tak bernapas, sempat koma, dan akhirnya meninggal,” terang Ali. (nan/*/fan/che)

Sumber : Kaltim Post

Posted in | Comments Off

Xenia Maut Renggut Nyawa 9 Orang di KM. 57 Jalan Jurusan Balikpapan – Samarinda

Kukar - Pada hari Jum’at tanggal 28 September 2012 sekitar pukul 07:10 Wita telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara Minibus  Daihatsu Xenia Nomor Polisi KT-1580-CA dengan truck Mitsubishi Colt Diesel KT-8982-AQ di ruas jalan Balikpapan – Samarinda, tepat di KM. 57 dengan korban 8 orang meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan 1 orang mengalami luka berat dan dirawat di Rumah Sakit Samboja di pihak kendaraan Daihatsu Xenia, sedangkan sopir dan kernet truck mengalami luka-luka dan masih dirawat di Rumah Sakit Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tri Haryanto, selaku Kepala Cabang Kalimantan Timur, memerintahkan Kepala Bagian Pelayanan Klaim Heru Widianto, untuk meluncur menuju Tempat Kejadian Perkara dan bergabung dengan Tim dari Ditlantas Polda Kalimantan Timur untuk mendapatkan data korban, setelah selesai indetifikasi TKP, tim dari Kepolisian dan Jasa Raharja menuju Rumah Sakit Samboja untuk mendata korban yang mengalami luka-luka dan dirawat di Rmah Sakit tersebut.
Sekitar pukul 18:30 Wita, seorang penumpang yang semula mengalami luka berat dikabarkan telah meninggal dunia di rumah sakit Samboja, sehingga seluruh penumpang Xenia sebanyak 9 orang telah meningga dunia.    Jasa Raharja Cabang Kalimantan Timur dengan semangat PRIME melakukan jemput bola dengan mendatangi seluruh keluarga korban untuk mendapatkan kelengkapan dokumen proses santunan, dan direncanakan akan dibayarkan Dana Santunannya paling lambat hari selasa tanggal 2 Oktober 2012.
Jumlah santunan yang akan diserahkan kepada ahli waris masing-masing diwilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur sebanyak 6 orang korban, sedangkan yang 3 korban akan dilimpahkan ke Cabang Kalimantan Selatan, yaitu atas nama korban JAMHURI (L-30), alamat Jl. Lintas Propinsi Rt. 03 Kel. Sengayam, Kec. Pamukan Barat, Kota Baru, Kalimantan Selatan, HAIRANI, alamat Margajaya, Rt/Rw 01/01 Kec. Pamukan Utara, Kota Baru, Kalimantan Selatan, M. IRFAN, alamat Rt. 03 Kel. Bihara, Kec. Balangan, Kab. Balangan, Kalimantan Selatan. *(Humas JR Kaltim/hr/Leo)*.

Posted in | Comments Off

Sembilan Tewas di KM 57

Kukar – Kaltim kembali berduka. Jumat (28/9) kemarin, 9 orang tewas akibat tabrakan hebat di jalan poros Balikpapan-Samarinda. Nyawa seakan-akan mudah hilang di perjalanan, mengingat baru saja 28 orang tewas setelah karamnya kapal KM Surya Indah di Kutai Barat Kamis (13/9) lalu.


Tragedi maut itu terjadi sekira pukul 07.00 Wita, tepatnya di Km 57 Taman Hutan Raya (Tahura) RT 16 Kelurahan Bukit Merdeka Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Sebuah Daihatsu Xenia KT 1580 CA bertabrakan dengan truk Isuzu 110 PS KT 8482 AO. Akibatnya, 8 penumpang Xenia tewas, begitu juga sang sopir. Mereka menderita luka berat pada bagian kepala, kaki dan tangan.

Informasi yang dikumpulkan media ini dari kepolisian dan lokasi kecelakaan, semua penumpang di mobil Xenia bertujuan ke Samarinda dari Pelabuhan Semayang Balikpapan. Mobil tersebut dikemudikan Taufik (30), warga RT 7 Kelurahan Batu Kajang, Kecamatan Sopang, Kabupaten Paser.

Mobil Xenia ini ternyata “taksi gelap”, karena diketahui para penumpang tak saling mengenal (selengkapnya lihatinfografis para korban).

Kronologis kejadian, menurut dugaan Direktorat Lantas Polda Kaltim, Xenia nahas itu saat memasuki kilometer 57, tengah memacu kecepatan hingga di atas 90 kilometer per jam. Apalagi bila dari arah Balikpapan, posisi jalannya menurun.

Sementara dari arah berlawanan, muncul truk roda enam yang bermuatan mesin kompresor seberat lebih dari 600 kilogram. Karena dari arah Samarinda posisinya menanjak, truk ini diduga juga memacu kecepatannya hingga di atas 80 kilometer per jam.

Sama-sama saling memacu, tiba-tiba diduga kuat truk mencoba menghindari bekas longsor di sebelah kiri jalan. Sehingga dengan kondisi jalanan menanjak dan tancap gas, posisinya langsung melambung ke arah kanan. Persis bertemu dengan Xenia yang melaju itu.

“Saat coba menghindari longsoran itulah langsung menabrak Xenia yang juga melaju, ditambah kondisi jalanan agak menurun (dari Balikpapan),” terang Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol R Nurhadi Yuwono usai melakukan olah TKP di lokasi bersama jajarannya.

Arus lalu lintas yang masih sepi karena kondisi masih pagi hari, membuat suara benturan dua kendaraan tersebut terdengar sangat keras. Bahkan warga yang jaraknya 1 kilometer dari lokasi, mengaku mendengar suara hantaman.

“Suaranya terdengar sampai ke sini pak,” ungkap Mansyur (35), warga sekitar yang saat kejadian tengah memberi makan ayam peliharaannya.

Akibat tabrakan hebat itu, truk langsung terguling, lalu terseret ke kanan jalan hingga 15 meter dan masuk ke pepohonan. Sedangkan Xenia terguling beberapa kali hingga akhirnya masuk ke pepohonan. 

Sempat terdengar suara rintihan kesakitan dari dalam mobil Xenia. Penumpang truk yang hendak menolong tak bisa berbuat banyak. Meski cedera ringan, namun saat mencoba memberikan pertolongan kesusahan karena kondisi mobil Xenia rusak berat.

Kondisi seluruh penumpang menderita luka di kepala dan posisinya terjepit. Darah para korban tampak berceceran di dalam mobil. Taufik (30), sang sopir, langsung tewas seketika, begitu juga 4 penumpang yakni Tamrin (57), Sarifudin (47), Ahmad Kusasi (41), dan seorang anggota polisi dari Polsek Batu Kajang Aiptu Agus Praptana (46). Sedangkan penumpang lainnya, yakni Herani (29), Jamhuri (28) dan Irfan (29) sempat terdengar merintih dan menggerakkan badan, namun beberapa menit kemudian meninggal dunia.

Satu-satunya korban yang sempat bertahan adalah Yunani (53). Saat dievakuasi, dia terlihat masih bernapas.  Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit UmumDaerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti (Abadi) Samboja, Kukar. Namun sekira pukul 19.45 Wita tadi malam, Yunani akhirnya meninggal dunia karena luka parah di bagian kepala. “Sakiitt, tolong,” kata Amin (26) warga sekitar, menirukan kata-kata terakhir Yunani saat dievakuasi. Menurut Amin, setelah Yunani menyebutkan itu, korban kemudian tidak bergerak lagi.

Proses evakuasi 9 korban di mobil Xenia dilakukan menggunakan linggis dan besi sebagai pembuka. Ini dilakukan untuk mengeluarkan korban dari jepitan body mobil yang ringsek berat. Dari seluruh korban, paling terakhir dievakuasi adalah si sopir, Taufik. Kondisinya terjepit stir. Bagian depan mobil yang ringsek masuk ke dalam, membuat bagian kemudi juga menyempit. Tabrakan keras itu membuat mesin Xenia hancur, mengingat body bagian depan sudah terbelah. Selain Taufik, Jauhari yang duduk di belakang sopir juga terjepit.

NIAT BAIK
Salah satu anggota polisi yang menjadi korban, Agus Praptana (46), anggota unit Babinkamtibmas Polsek Batu Kajang, warga Batu Kajang Kecamatan Batu Sopang Kabupaten Paser yang ikut dalam taksi gelap ini padahal memiliki niat mulia. Pasalnya mertua korban tengah sakit keras dan butuh pengobatan. Dia pun berencana mencarikan pengobatan tradisional dan alternatif. Sebab pengobatan medis yang selama ini dilakukan tak menyembuhkan penyakit mertuanya itu. Belakangan, korban mendapatkan nama H Muhyar dari rekannya. H Muhyar merupakan salah seorang tokoh masyarakat Samarinda yang tinggal di Samarinda Seberang dan konon dapat membantu penyembuhan warga yang sakit.

Korban berniat menemuinya dengan tujuan meminta obat agar mertuanya bisa sembuh. Namun Yang Kuasa berkehendak lain. “Sehari sebelum terjadi kecelakaan, almarhum sempat cerita mau ke Samarinda ke rumah H Muhyar untuk minta obat karena mertuanya sakit keras. Tapi korban tidak cerita penyakit apa yang diderita mertuanya itu,” kata Joko, rekan satu angkatan almarhum saat dihubungi Kaltim Post melalui telepon.
Lantas, siang harinya Joko mendapatkan kabar Agus menjadi korban kecelakaan dan meninggal dunia.
“Saya dihubungi rekan saya, katanya korban kecelakaan di Samboja. Berarti memang dia berniat mencari obat untuk kesembuhan mertuanya,” urai Joko.

Informasi yang dihimpun, jasad Agus Praptana akan dibawa ke Bandara Sepinggan Internasional Balikpapan, lalu diterbangkan ke Surabaya sekira pukul 17.00 Wita, kemarin. “Sore sudah diberangkatkan, mau dimakamkan di Jawa Timur,” imbuh Sugeng, rekan seangkatan lainnya. Hingga berita ini diturunkan, kedua bangkai mobil yang terlibat adu kuat itu telah dievakuasi dan diamankan di Polsek Samboja. “Sudah diamankan, begitu pula penumpang truk masih jalani serangkaian pemeriksaan,” ungkap Kasatlantas Polres Kukar AKP Yovan.

Untuk diketahui truk tersebut dikemudikan Sandi (25), warga RT 32 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara, didampingi Wira Wijaya (21), warga RT 63 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara dan Wahyu Rizki (24), warga RT 16 Kayu Api Kelurahan Penajam Paser Utara (PPU). Semuanya hanya mengalami luka ringan dan berdasarkan data kepolisian, tercatat sebagai karyawan PT Chitra Paratama Balikpapan.

ABG TEWAS
Sementara, kecelakaan maut juga terjadi sekira pukul 17.15 Wita di kawasan kompleks Pertamina Jalan Kutai, Gunung Dubs, Balikpapan Selatan. Seorang remaja bernama Aditya (16), warga Karang Jawa, Balikpapan Tengah, mengalami kecelakaan setelah jatuh saat menikung. Korban yang datang dari arah Gunung Pancur menuju Lapangan Merdeka, diduga tak bisa mengendalikan motor saat menikung. “Saat di lokasi, jalanan menikung. Diduga korban kecepatan tinggi dan jatuh. Korban mengalami luka di bagian kepala,” terang Kanit Laka Polres Balikpapan Ipda Agus Supeno.(*/aim/fan/che)

Sumber : Kaltim Post

Posted in | Comments Off